cara fermentasi kohe kambing

Cara fermentasi kohe kambing penting diketahui oleh para petani untuk meningkatkan kesuburan tanah. Walaupun dalam prakteknya pupuk kompos seringkali diaplikasikan secara langsung. 

Namun melalui proses fermentasi, kualitas pupuk akan lebih optimal. Kotoran kambing yang segar merupakan salah satu bahan utama dalam proses fermentasi pupuk kompos ini.

Kohe kambing dipercaya dapat menghasilkan tanaman yang lebih sehat atau berkualitas baik. Cara fermentasi kohe kambing dapat dipelajari dengan mudah karena prosesnya tidak jauh berbeda seperti membuat pupuk kompos pada umumnya. 

Hanya saja terdapat beberapa bahan yang harus dicampurkan sesuai urutan agar hasilnya maksimal. Pembuatan kohe kambing dilakukan dengan mencampurkan beberapa bahan organik dengan bantuan organisme hidup.

Pupuk hasil fermentasi ini dipercaya memiliki suspensi lebih stabil. Karena unsur hara di dalamnya telah bersifat cair.

Cara Fermentasi Kohe Kambing yang Benar

Cara fermentasi kotoran ini harus dilakukan dengan benar agar tidak merusak tanaman nantinya. Berikut beberapa langkahnya:

  1. Pisahkan Kotoran dengan Benda Asing

Cara fermentasi kohe kambing pertama ialah pisahkan kotoran dari benda-benda asing seperti kayu, plastik, batu atau benda asing lainnya. Bersamaan dengan proses penyortiran, gemburkan kotoran yang menggumpal agar lebih cepat terurai.

  1. Hamparkan Kotoran Secara Merata dan Siapkan Pengurai

Setelah proses pemisahan selesai, hamparkan kotoran secara merata yaitu menjadi lapisan tipis untuk memudahkan proses selanjutnya. Setelah itu siapkan starter atau pengurai untuk mempercepat prosesnya.

  1. Kocok Bakteri Pengurai dan Campurkan dengan Air 

Agar bakteri pengurai tidak dalam kondisi tidur maka kocok terlebih dahulu lalu campurkan dengan air bersih. Adapun dosis bakteri pengurai yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan berat kotoran yang  dimiliki, misalnya 2 tutup botol bakteri pengurai untuk 100 kg kotoran.

  1. Tambahkan Molase

Tahapan selanjutnya ialah tambahkan molase sebagai nutrisi untuk bakteri pengurai tersebut. Anda bisa menggunakan tetes tebu, gula merah atau gula pasir sebanyak 100 gram lalu aduk hingga merata, setelah itu masukan seluruhnya ke dalam sprayer.

  1. Semprotkan Campuran Molase dan Bakteri Pengurai

Semprotkan campuran molase dan bakteri pengurai ke hamparan kotoran secara merata dengan cara membolak-baliknya. Hentikan hingga mencapai tingkat kebasahan 30-40 persen atau setelah kotoran tidak hancur ketika Anda gumpal.

  1. Masukan ke Dalam Karung, Diamkan Hingga Tidak Bau (2 Bulan)

Cara fermentasi kohe kambing selanjutnya ialah masukan seluruh kotoran yang telah disemprot ke dalam karung tetapi jangan terlalu penuh. Kemudian ikat dan diamkan hingga 2 bulan, tutup karung dengan terpal agar terhindar dari cahaya matahari dan air hujan.

Alasan Penting Kotoran Kambing Harus Difermentasi 

Proses ini diperlukan untuk menguraikan bahan-bahan organik yang ada di dalam kotoran kambing menjadi unsur hara. Hal ini diperlukan agar unsur hara lebih stabil dan mudah diserap oleh tanaman.

Selain itu, kotoran kambing mengandung sejumlah bakteri jahat dan patogen yang mampu menghambat proses pertumbuhan tanaman maka diperlukan cara fermentasi kohe kambing. Melalui cara ini, sejumlah parasit dan bakteri jahat akan mati.

Di lain sisi kotoran yang masih segar memiliki sifat panas karena masih mengandung amoniak dalam jumlah tinggi. Jika langsung digunakan maka dapat membakar tanaman yang memiliki gejala kekuningan sehingga perlu melewati proses fermentasi.

Pembuatan kohe kambing perlu dilakukan dengan benar agar hasilnya lebih optimal. Dengan cara fermentasi kohe kambing, tanaman dapat tumbuh dengan baik serta memiliki kualitas yang bersaing jika dibandingkan dengan tanaman lainnya.

Tanda Keberhasilan Fermentasi Kohe (Ciri Pupuk Matang)

Sangat penting untuk memastikan fermentasi telah selesai sebelum pupuk diaplikasikan ke tanaman. Menggunakan kohe yang “setengah matang” masih berisiko membakar akar. Berikut adalah indikator utama bahwa proses fermentasi Anda berhasil:

  • Perubahan Warna: Kohe yang semula berwarna cokelat terang atau kehijauan akan berubah menjadi cokelat gelap cenderung hitam menyerupai warna tanah.
  • Aroma Alami: Bau menyengat amonia atau bau khas kotoran hewan akan hilang sepenuhnya. Pupuk yang berhasil memiliki aroma seperti tanah atau bau “asam segar” hasil aktivitas mikroba.
  • Suhu Menurun: Pada minggu pertama, suhu tumpukan biasanya melonjak panas ($50^{\circ}C$ – $70^{\circ}C$) sebagai tanda bakteri bekerja. Fermentasi dinyatakan berhasil jika suhu tumpukan sudah kembali stabil (dingin) mendekati suhu ruang.
  • Tekstur Remah: Bentuk butiran kohe kambing yang semula keras akan menjadi jauh lebih lunak, mudah hancur saat diremas, dan teksturnya menjadi remah (tidak menggumpal keras).
  • Munculnya Jamur Putih: Terkadang muncul hifa atau jamur berwarna putih halus di sela-sela tumpukan. Ini merupakan indikasi positif adanya aktivitas fungi dekomposer yang baik.

Solusi Praktis : Menggunakan Media Tanam Jadi dari Tanami

Bagi Anda yang tinggal di area perkotaan atau memiliki jadwal yang sangat padat, proses fermentasi mandiri mungkin terasa cukup merepotkan. Selain membutuhkan lahan yang luas, proses ini juga memerlukan ketelatenan dalam memantau kelembapan dan melakukan pembalikan tumpukan secara rutin setiap minggunya.

Sebagai alternatif yang lebih efisien, Anda bisa langsung menggunakan media tanam jadi yang sudah diproses secara profesional. Produk dari tanami.co.id telah melewati tahap fermentasi sempurna dan diperkaya dengan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tanaman. Menggunakan produk siap pakai tidak hanya menghemat waktu Anda, tetapi juga menjamin keamanan tanaman dari serangan jamur patogen.

Hubungi Kami Sekarang: